Unjuk kekuatan militer ke Negeri Cina

Foto: Satelit pada April 2015, pulau buatan China di Fiery Cross Reef di Laut China Selatan. (Reuters)
Pembaca: 773

Internasional | anotasi.id – Aksi unjuk kekuatan militer dua negara super, Amerika Serikat & China memanas. Saling tuding soal biang kerok penyebar virus dan perang dagang, jadi alasan untuk aksi unjuk kekuatan militer.

Hubungan AS dan China kembali memanas setelah negara yang dipimpin Donald Trump menuduh China berupaya memanfaatkan pandemi virus corona (COVID-19) untuk memperluas lingkup pengaruhnya di kawasan Laut cina selatan.

Wilayah Laut China selatan merupakan lokasi strategis yang krusial, dan menjadi rumah bagi beberapa rute pengiriman tersibuk di dunia. Wilayah ini juga di katakan memiliki cadangan sumber daya alam seperti minyak dan gas yang melimpah. Kawasan ini telah diperebutkan oleh banyak negara, termasuk China, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Taiwan.

Amerika Serikat dikatakan mulai mengirim pesawat berisi bom ke Laut China Selatan, hal ini dilakukan untuk memberi tekanan militer ke negeri cina. Selama beberapa minggu terakhir kapal-kapal Angkatan Laut AS dan pesawat pembom Angkatan Udara B-1 telah berada di kawasan tersebut.

“Republik Rakyat China berusaha menggunakan fokus regional pada COVID-19 untuk secara tegas memajukan kepentingannya sendiri,” kata Kapten Angkatan Laut AS dan Juru Bicara Komando Indo-Pasifik militer AS Michael Kafka, kepada CNN International dalam sebuah pernyataan. (Rabu, 13/05/2020)

Armada Pasifik Angkatan Laut AS mengatakan semua kapal selamnya berada di laut untuk mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka di tengah-tengah pandemi COVID-19. Berbagai kegiatan AS itu bertujuan untuk mengirimkan pesan bahwa militer AS bermaksud untuk mempertahankan kehadiran di wilayah Laut China Selatan dan meyakinkan sekutunya. (CNBC, 13/5/2020)

Hal ini terjadi karena adanya penampakan, citra satelit yang menangkap gambar adanya pesawat milik Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLANAF) China mendarat di salah satu pulau buatannya di Laut China Selatan. Pesawat itu mendarat di Fiery Cross Reef, sebuah wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan.

Menurut Jane’s International (CNBC, 13/5/2020), sebuah kelompok intelijen pertahanan, penampakan itu bisa menjadi pertanda lebih lanjut bahwa Angkatan Udara dan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mulai menggunakan pulau itu sebagai basis operasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *