P4TRA “TPA Cipeucang Su’ul Khatimah”

Foto: diskusi & konferensi pers LSM P4TRA
Pembaca: 802

Tangsel | anotasi.id – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cipeucang di Kota Tangerang Selatan, memiliki permasalahan dari hulu hingga hilir. Mulai dari tidak ada regulasi PERDA tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, hingga permasalahan jumlah armada yang tidak mencukupi, serta tidak adanya desain pengelolaan sampah. Dalam diskusi, dan konferensi pers LSM P4TRA, di Rawa Buntu Serpong (Rabu, 10 Juni 2020).

Menghadirkan, Suhendar (Aktivis Anti Korupsi & Dosen Unpam), serta Miftahul Adip (Pengamat Politik & Kebijakan Publik UNIS Tangerang).

Dalam Press Release, Presidium Pemantau & Pengawas Pembangunan Tangerang Raya (P4TRA), meminta kepada Walikota Tangsel, agar segera menutup operasional pengelolahan sampah TPA Cipeucang, apabila penaganan sampah masi dilakukan seperti saat ini. Bahkan P4TRA Juga menilai penanganan sampah saat ini menjadi lahan korupsi yang luar biasa.

P4TRA menambahkan pengeloaan TPA Cipeucang tidak sesuai dengan Pasal 29 ayat 1 Butir f, UU 18 th 2008 tentang sampah. Bahkan anggaran APBD Kota Tangsel sebesar 24 milyar, hilang percuma karena permainan Korupsi dari Komisi precast Beton sheetfile, karena di duga bertentangan dengan UU NO. 13 th 1999 jo, dan UU NO. 20 th 2001.

Kata Suhendar, yang juga dikenal sebagai bakal Calon Walikota Tangsel. ” Bagai mana bisa TPA Cipeucang di tahun 2012 diresmikan, dan mulai beroprasi di tahun 2013, dan bisa berdiri tanpa ada rencana PERDA Rencana Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sebetulnya desainya bagaimana ?, apakah mengelola sendiri, kemudian di recycle, atau di pindahkan ke pihak ketiga. Selama ini kita tidak mengetahui desain pengelolaanya.

Ditempat yang sama menurut Miftahul Adip ” Apakah TPA Cipeucang sudah mengakomodir kemaslahatan masyarakat Tangsel ?.

Tambahnya, ketika masalah TPA Cipeucang tidak bisa diselesaikan oleh Ibuk Walikota Airin, ini akan menjadi hutang yang tidak pernah terbayar. Dua periode Ibuk Walikota Airin, apakah akan diakhiri dengan Su’ul Khatimah atau Husnul Khatimah. Kenapa karena kan pas kampanye dulu punya janji-janji dan Visi Misi kampanye apalagi sampe dua periode, apakah sudah di selesaikan ?, Semoga Ibuk Wali Amanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *