PMII Unpam Kecam Tindakan Represif Polisi di Pamekasan

Foto : Aksi PMII Cabang Pamekasan/istimewa
Pembaca: 2003

ANOTASI.ID | Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Pamulang mengutuk dan mengecam tindakan represif Aparat Kepolisian pada saat mengawal aksi sejumlah mahasiswa di Pamekasan, Madura terkait Penolakan Tambang.

Hal itu disampaikan oleh Achmad Thobroni Ketua Umum PMII Universitas Pamulang dalam pers rilis yang kami terima, Kamis (25/6/2020), dirinya mengutuk dan mengecam atas apa yang dilakukan oleh personil Kepolisian dari Polres Pamekasan dalam mengawal aksi yang dilakukan oleh PMII Cabang Pamekasan, karena mengakbatkan salah satu peserta aksi harus mendapat perawatan.

”Kami segenap pengurus PMII Komisariat Universitas Pamulang mengutuk dan mengecam keras, atas apa yang di lakukan oleh aparat kepolisian Polres Pamekasan, Polisi harusnya mengayomi dan melindungi masyarakat serta memberikan rasa aman dan nyaman ketika ada masyarakat yang menyampaikan aspirasi di muka umum bukan sebaliknya”

Aksi demonstrasi pada Kamis (25/6/2020) yang dilakukan oleh PMII Cabang Pamekasan di Pendopo Bupati Pamekasan tersebut menuntut agar ratusan tambang galian C di Kabupaten Pamekasan yang diduga ilegal agar segera ditutup karena telah merusak lingkungan,  namun setelah lama Bupati Pamekasan  tidak juga menemui para pendemo

Bentrokan pecah setelah masa Aksi dihadang polisi dan Satpol PP ketika hendak masuk kerumah pendopo Bupati, saling dorong pun terjadi sehingga bentrokan tidak dapat terhindarkan, dalam kejadian tersebut salah satu peserta aksi mengalami luka dibagian kepala yang membuat korban harus dievakuasi ke RSU Slamet Martodirdjo (Smart), Pamekasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *