anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Ada Poros ke- 4, Pilkada Tangsel 2020

15
Editor : Yodi
Penulis : Feby

Tangsel | anotasi.id – Sudah ada tiga bakal calon walikota dan wakil walikota di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hingga hari ini (21 Juli 2020) Ketiga paslon tersebut, sudah mendeklarasikan diri dan mendapat dukungan dari partai Politik.

Ketiga paslon itu diantaranya:

Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan, Disokong oleh partai Golkar yang memiliki 10 kursi di parlemen.

Siti Nur Azizah – Ruhamaben, Disokong oleh partai Demokrat (5 kursi) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (8 kursi) dengan begitu koalisi ini miliki 13 kursi di parlemen.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Muhammad – Rahayu Saraswati, Disokong oleh partai PDI perjuangan (8 kursi), partai Gerindar (8 kursi), dan partai Hanura (1 kursi) dengan begitu koalisi ini miliki 17 kursi di parlemen.

Maka dari itu setidaknya masih ada tiga partai besar, berjumlah 10 kursi diparlemen, yang belum nyatakan sikap dukungan, atau arah politik secara pasti.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), miliki 4 kursi di parlemen. Meskipun belum ada keputusan partai, melihat dari aspek kultural, yang dekat dengan Siti Nur Azizah sebagai bagian dari keluarga besar Nahdatul Ulama (NU). Ditambah lagi KH, Maruf Amin, ayah dari Azizah merupakan Wakil Presiden dan salah seorang pendiri PKB. Harusnya partai ini akan condong mendukung Azizah.

Uniknya Azizah malah sudah didukung oleh partai Demokrat dan PKS.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI), juga miliki 4 kursi di parlemen. Awalnya PSI bentuk koalisi bersama Muhammad, dan delegasikan kader nya Azmi Abubakar sebagai Wakil Walikota. Ntah ada angin apa, senin 20 juni 2020, Muhammad malah deklarasikan dirinya berpasangan dengan Rahayu Saraswati, sekaligus menerima rekomendasi dari partai Gerindra yang diserahkan langsung oleh Prabowo Subianto.

Menurut Adreas Ari Nugroho, ketua DPW PSI Tangsel, pihaknya belum mendapatkan arahan lebih lanjut dari DPP, untuk dukung bakal paslon tertentu.

Partai Amanat Nasional (PAN), punya 2 kursi di parlemen. Awalnya sempat di isukan mendukung Benyamin Davnie, tapi di tepis oleh Ketua DPP PAN Tangsel Zulfahmi Harahap. Bahkan kata Zulfahmi rekomendasi partai yang di klaim oleh Wakil Walikota petahana pada Pilkada 2020 itu membuat gaduh.

Hingga saat ini belum ada gerak gerik dari partai PAN akan condong kemana.

Menelisik dari kondisi Politik Pilkada Tangsel berdasarkan kronologi di atas, memungkinkan akan adanya barisan kwalisi baru yang dapat mengeluarkan nama paslon baru pada pilkada Tangsel tahun ini.

Berdasarkan Undang – undang No. 10 tahun 2016 tentang pilkada, syarat partai politik (parpol) untuk mendaftarkan pasangan calon harus memenuhi perolehan paling sedikit 20 persen di DPRD.

Jumlah seluruh kursi di DPRD tangsel ada 50 kursi, maka 20 persen dari jumlah tersebut adalah 10 kursi

Melihat realita yang ada, kalau masih ada calon-calon potensial yang hari ini masih bersuara dan mencari simpatisan.

Nama – nama, seperti Suhendar, Azmi Abubakar, dan Arsid, adalah calon potensial, yang mungkin akan dilirik untuk Koalisi baru, dan jadi Paslon pada pilkada Tangsel ditahun 2020 ini.

Sebagai informasi tambahan,

Suhendar, adalah seorang Aktivis anti korupsi dan Dosen di Unversitas Pamulang. Dengan basis gerakan baru yang di berinama Tangsel Baru, suhendar cukup banyak di perbincangkan di tengah masyarakat. Bahkan menurut banyak survey yang sudah di publish, Suhendar memiliki Popularitas yang cukup baik.

Azmi Abubakar, awalnya di calonkan menjadi bakal calon wakil walikota bersama Muhammad. Selain itu Azmi juga Ketua DPW PSI Banten, yang mungkin akan dipertahankan posisi nya menjadi bakal calon wakil walikota tangsel, jika PSI bentuk barisan baru bersama PKB, dan PAN.

Arsid, kader Partai PDI Perjuangan sudah mencalonkan diri sebanyak 3 kali pada pesta demokrasi di Tangsel. Meskipun Arsid belum pernah menang setelah 3 kali mencalonkan diri, berdasarkan pengalamannya dan sudah lama membina jaringan. Arsid digadang – gadangkan masih memiliki banyak relawan pendukung di Tangsel.

Dari 3 nama – nama Potensial di atas, dua orang diantaranya, Suhendar dan Arsid adalah putra asli daerah Kota Tangerang Selatan, yang belum mendapat kesempatan untuk membangun tanah kelahiranya sendiri.
Sangat disayangkan jika parpol tidak melirik putra asli daerah dalam pilkada tangsel tahun ini.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like