anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Akan kah Timor Leste Tahan?, Ekonomi Lemah Jadi Perahan “Menanti Pertolongan Mesias”

629
timor-leste
Editor : Yodi,  Penulis : Febi

Internasional – anotasi.id | Timor Leste 21 tahun lepas dari Indonesia, 18 tahun merdeka jadi bagian negara termiskin di asia. Jadi obyek perahan negara lain, ”siapa yang akan jadi dewi fortuna?”.

Bulan Agustus tanggal 30 tahun 1998, Timor Leste mengadakan jajak pendapat atau referendum untuk melepaskan diri dari Indonesia 450.000 pemilih pada saat itu, 78,5 persen warga Timor Leste memilih untuk menolak otonomi. Hanya 21 persen, yang memilih otonomi. Dari hasil jajak pendapat inilah, Timor Leste resmi lepas dari pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Bahwa hasil itu menunjukkan penduduk Timor Leste inginkan kemerdekaan”, ungkap Sekjen PBB saat itu, Kofi Annan.

Pada tahun 2002 bulan April, Xanana Gusmão, pemimpin Dewan Nasional Perlawanan Timor (Conselho Nacional de Resistência Timorense; CNRT), salah satu bekas kelompok oposisi, terpilih sebagai presiden pertama Timor Leste.

Setelah 21 tahun merdeka dan membentuk negara bernama resmi Republik Demokratik Timor Leste, negara ini menjadi salah satu negara paling miskin di dunia. Kondisi perekonomian jalan di tempat’ sejak kemerdekaan jadi alasan.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Timor Leste menduduki peringkat ke-171 negara di dunia dalam indeks 2020. Dikutip dari Kompas.com yang melansir laman Heritage, skor kebebasan ekonomi Timor-Leste adalah 45,9.

Di kawasan Asia-Pasifik, Timor Leste berada di peringkat ke-40 diantara 42 negara dan skor keseluruhannya jauh di bawah rata-rata kawasan maupun dunia.

Perekonomian Timor Leste bergantung pada pengeluaran pemerintah yang didanai oleh penarikan dari Dana Perminyakan.

Melansir dari Britannica.com, melalui Intisari Online, rupanya ada begitu banyak kekayaan alam yang dimiliki negara berjuluk ‘Bumi Lorosae’ ini.

Tentu saja sumber pertambangan yang menjadi komponen terpenting ekomoni Timor Leste.

Ada produksi hidrokarbon, yang terutama dari simpanan gas alam lepas pantai.

Selain itu, Timor Leste memiliki penambangan marmer untuk ekspor.

Selain mengandalkan pertambangan, Timor Leste juga mengandalkan pertaniannya.

Australia, adalah salah satu negara yang paling menginginkan kemerdekaan Timor Leste.

Namun di balik itu semua ternyata “tidak ada makan siang yang gratis” , Australia menginginkan sesuatu didalam Bumi Lorosae seperti dilansir dari Greenleft.org.au melalui Intisari Online. Seorang warga Australia, Bernard Collaery, yang dikenal sebagai pendukung hukum Timor Leste ‘membongkarnya’.

Ia mengatakan, bahwa di pihak pemerintah Australia secara berturut-turut mereka telah mengincar dan mencuri sumber daya negara itu secara ilegal dan tak bermoral.

Dia telah menjadi teman dan penasihat pemimpin kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao, penasihat Saksi K, dan mata-mata yang membocorkan informasi tentang penyadapan Australia di ruang kabinet Timor Leste.

Dia juga membela dalam persidangan tertutup, terhadap tuduhan menerima orang Australia secara tidak benar dalam dokumen rahasia.

Secara terbuka dia telah menunjukkan borok Australia yang selalu memandang Bumi Lorosae sebagai obyek pasif.

Menurutnya tindakan Australia menjadikan Timor Leste sebagai obyek sapi perahan adalah nyata, negeri itu dirampok habis-habisan dari sumber daya petrokimia, baik untuk rezim buruh maupun liberal.

Timor Leste memang merupakan koloni Portugis, namun Australia memiliki kebijakan lama untuk menguasai Laut Timor secara sembunyi-sembunyi.

Australia secara ilegal mengeluarkan izin ekplorasi minyak yang merambah perairan Portugis.

Seperti yang diperlihatkan Collaery, dia berpendapat helium yang terkandung dalam cadangan alam milik Timor Leste sangat diinginkan Australia.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like