anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Aliansi Perempuan Tangsel Aksi Di Depan Bundaran Pamulang, Dalam rangka Hari Perempuan Internasional

1.383
Aliansi Perempuan Tangsel Aksi Di Depan Bundaran Pamulang
Aliansi Perempuan Tangsel Aksi Di Depan Bundaran Pamulang

Tangsel – anotasi.id | Untuk memperingati Hari Perempuan Internasional Kelompok Komunitas dan organisasi Mahasiswa adakan Aksi menuntut pemerintah dan DPR menjamin kesehatan dan keselamatan kerja bagi perempuan.

Komunitas dan organisasi perempuan yang tergabung dalam aksi tersebut terdiri dari Perempuan Mahardika, Lingkar Study Feminist dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia dan organisasi lainnya menggelar aksi di Bundaran Pamulang depan Kampus Unpam Tangerang Selatan, Senin (08/03/2021).

Dalam Aksinya Monic Siteur selaku kordinator lapangan menjelaskan, Pandemi tidak menciptakan krisis, tetapi sistem ekonomi dan politik pro kapitalislah penyebabnya dan COVID 19 memperparah situasi krisis yang sudah ada sebelumnya dimana perempuan yang paling banyak harus menanggung akibatnya.

“Setiap perempun adalah pekerja baik itu di ranah domestik maupun ranah produksi. Selama masa pandemik mayoritas perempuan diwaktu yang sama harus melakukan 2 pekerjaan sekaligus yaitu bekerja di luar rumah dan di dalam rumah, berhadapan dengan kekerasan serta tidak adanya perlindungan yang maksimal atas kesehatan mereka” Ungkap Monic Siteur dalam keterangan tertulis Kepada Anotasi.id

Menurut Monic sepanjang pandemi Covid 19 Pemerintah dan DPR Mengabaikan Kepentingan Perempuan dan Mendahulukan Kepentingan Pengusaha dalam orasinya dia mengungkapkan.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

“Sistem ekonomi dan politik dimana kita hidup hari ini adalah sistem yang tidak melindungi dan menghargai kerja perempuan, sebuah sistem yang mengontrol tubuh perempuan bahkan dengan cara kekerasan sekalipun agar bisa terus mendapatkan tenaga kerja yang murah dan gratis” Ungkap Monic.

Lanjut Monic Keberpihakan pemerintah dan DPR kepada pengusaha semakin nyata terlihat disaat pandemic, bukan hanya dengan mensahkan UU Cipta Kerja, tetapi produk undang-undang yang dihasilkan selama masa pandemic terutama yang menyangkut kaum buruh adalah untuk kepentingan pengusaha.

Maka dari itu kami gerakan mahasiswa nasional Indonesia dpk unpam (GMNI DPK UNPAM), Lingkar study feminis (L.S.F) dan PerempuanMahardika menuntut,sebagai berikut :

  1. Upah layak untuk kerja perempuan.
  2. Akui kekerasan seksual sebagai pelanggaran HAM dengan mensahkan RUU PKS.
  3. Akui PRT sebagai pekerja dengan mensahkan RUU PPRT.
  4. Segera Ratifikasi Konvensi ILO 190 beserta Rekomendasi 206 agar semua pekerja bebas dari kekerasan dan pelecehan, termasuk kekerasan berbasis gender.
  5. Cabut Undang-undang Cipta Kerja.

Contributor : Septian

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like