anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Bawaslu Tangsel Pertanyakan Hasil DPS, Selisih Data KPU Tangsel Dengan Disduk Capil Mencapai 25.000 Data

15

Bawaslu Tangsel Pertanyakan Hasil DPS, Selisih Data KPU Tangsel Dengan Disduk Capil Mencapai 25.000 Data

Editor : Yodi,   Penulis : Septian, 

Tangsel – anotasi.id | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), temukan selisih dari data hasil tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit), yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di lapangan.

Selisih tersebut ditemukan pada saat dibandingkan dengan jumlah perekaman data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Setelah KPU Kota Tangerang Selatan melaksanakan Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada 2020 pada hari Minggu, 13 September 2020.

Bawaslu beranggapan selisih jumlah data pemilih yang ditemukan akan memimbulkan permasalahan. kareana selisih jumlah, yang cukup besar sehingga perlu untuk dilakukan perbaikan, demi kelancaran pilkada 2020.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Menurut Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep, dari hasil penetapan DPS yang dilakukan oleh KPU, terdapat selisih sebesar 25.000 data.Yang mana jika tidak dilakukan penyesuaian atau perbaikan, akan menghambat pelaksanaan Pilkada 2020.

Diketahui sebelumnya Daftar Pemlih Sementara (DPS) yang ditetapkan oleh KPU dalam Rapat Pleno Penetapan DPS adalah sebesar 924.602. Mengetahui hal ini, Bawaslu meminta keterangan dari KPU terkait dengan selisih yang menyangkut ribuan data tersebut.

”Karena KPU tidak memberikan data By Name By Address, makanya kami melihat angka yang muncul dalam Rapat Pleno tersebut,” Ujar Acep saat menjelaskan data-data terkait dengan DPS.

Bawaslu mempertanyakan, dimana rekomendasi yang diberikan oleh Bawaslu RI mencapai satu juta lebih data. Sementara yang berhasil didata oleh PPDP dalam proses pencoklitan hanya mencapai  924.602.

”Melihat data, ini masih sangat jauh dari data yang dimiliki oleh Disdukcapil apalagi hasil rekomendasi KPU RI,” ujar Acep.

Bawaslu Tangsel, menyayangkan bahwa KPU belum maksimal dalam melakukan tugasnya pada tahapan pencoklitan.

Acep, berharap penyelenggara melakukan evaluasi terhadap selisih mencolok dari data pemilih, tandasnya.

Dalam teori DPT, pemilih merupakan orang yang memiliki KTP-el. Dimana, Disdukcapil merilis bahwa ada 950.463 data yang wajib KTP-El. Dengan begitu terdapat selisih 25.861 data.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like