anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Cek Kesehatan Numpang, Kualitas RSU Tangsel Buruk Dibawah Kepemimpinan Airin – Benyamin

814
pilkada tangsel
Editor : Yodi  |  Opini Oleh :  Aco Ardiansyah A.P (Koordinator TRUTH), 

Tangsel – anotasi.id | Para Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan melakukan tes kesehatan guna memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh KPU Kota Tangerang Selatan, ketiga Pasang Bakal Calon ini diperiksa kesehatannya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, Pada selasa (8 September 2020).

RSUD Kabupaten Tangerang ditunjuk menjadi rumah sakit yang layak untuk dilakukan pemeriksaan karena RSUD Kabupaten Tangerang yang memenuhi kualifikasi terakreditasi A untuk menjadi rumah sakit tempat diperiksanya Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan.

Mencengangkan tentunya, ternyata Kota Tangerang Selatan yang dipimpin oleh Airin dan Benyamin sebagai Walikota dan Wakil Walikota selama sepuluh tahun terakhir atau dua periode ini tidak membawa dampak yang signifikan terhadap perbaikan kesehatan.

Kalau kita kembali melihat kebelakang pada pilkada 2010 dan 2015 lalu, Kesehatan adalah salah satu sektor yang masuk dalam Visi Misi Airin-Benyamin, namun ternyata hingga hari ini akreditasi RSU Kota Tangsel bahkan berada pada predikat C.

Kita telah lama dinina bobokan oleh retorika-retorika dan kampanye pencitraan pemerintah Kota Tangsel yang ternyata hanya sebuah etalase saja, seolah pemerintahan dijalankan dengan sangat baik, smart city diwujudkan dengan menunjukkan aplikasi-aplikasi yang sebenarnya juga tidak bisa digunakan dengan baik.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Namun setelah pemeriksaan kesehatan ketiga pasangan balon Walikota Tangsel ini, masyarakat kembali dibuka matanya bahwa ternyata kualitas kesehatan di Kota Tangerang Selatan tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan, padahal kesehatan adalah salah satu pelayanan dasar yang mesti dipenuhi dan kualitasnya dibenahi oleh Pemerintah, bahkan Amanat regulasi memerintahkan untuk mengalokasikan minimal 10 persen APBD untuk pelayanan kesehatan.

Yang perlu dipahami bahwa pembangunan bidang kesehatan adalah bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia. Oleh karenanya penyediaan kesehatan yang berkualitas adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan oleh Pemerintah. Masyarakat berharap pengelolaan kesehatan di Kota Tangsel dikelola dengan transparan, melibatkan elemen masyarakat dalam pengembangannya, membuka diri terhadap masukan-masukan dan disertai dengan akuntabilitas.

Di momentum Pilkada ini, kedepannya tentu kita menginginkan pemimpin yang komitmen terhadap masyarakat, komitmen terhadap perbaikan, dan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik sesuai dengan prinsip good governance.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like