anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Di Tangsel Ada Keluarga Yang Mengidap Penyakit Keras Terpaksa Hidup Di Rumah Yang Tak Layak

2.076
20201221 135910
Editor : Yodi  |  Penulis : Septian  |

Tangsel – anotasi.id | Wanita yang tinggal di rumah gubuk reyot tak layak itu benama Mursih, Selama hampir 12 tahun dia dan suami yang sama-sama menghidap penyakit keras harus terpaksa bertahan hidup dengan serba kekurangan.

Potret kemiskinan seperti ini ternyata masih ditemukan di Kota Tangerang Selatan, tepatnya di sudut wilayah Kelurahan Cempaka Putih, RT 05 RW 06 Ciputat Timur.

Sejak 1999 silam, Mursih dan suami harus berjuang di bawah lindungan rumah reyot bersanggahkan kayu Sudah bertahun-tahun, Mursih mengidap penyakit kanker payudara.

Sedangkan Narun, sang suami kini tengah mengidap penyakit infeksi paru-paru, dan harus menjalani perawatan secara berkala. Selama hampir 21 tahun, keduanya berlindung dari rumah yang hanya beratapkan asbes dengan bambu penyangga yang hampir runtuh.

Perasaan Mursih dan suami pun selalu khawatir, terutama kala hujan menerpa. Sebab, rumah berukuran sekitar 50 meter persegi yang ditinggali keduanya tersebut mudah roboh.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Mereka selalu mengkhawatirkan rumah yang ditinggalinya itu hancur diterpa hujan dan angin. “Kalau hujan bocor semuanya. Paling kita mengungsi ke atas (rumah saudara). Kalau hujan kita tidur atau duduk di luar, biar siap-siap kabur, gampang larinya. Takutnya roboh, kayunya sudah begitu,” ujar Mursih di kediamannya, Sabtu (19/12/2020).

Bahkan, kata Mursih, rumah yang letaknya di dataran cukup rendah itu selalu banjir jika hujan deras turun. Dalam benaknya, Mursih dan suami ingin sekali membenahi rumah yang sudah tak layak huni tersebut. Namun apa daya, penghasilan yang tak seberapa hanya habis dipergunakan untuk berobat.

Kini Mursih hanya bekerja serabutan, Seluruh pekerjaan yang ditawarkan padanya, selalu ia sanggupi demi mendapatkan pundi-pundi rupiah.”Di sini saya dikenal, kalau ada hajatan saya yang disuruh masak. Apa saja sih, mijit juga, jadi pembantu juga, apa saja pokoknya,” ujar Mursih. Sedangkan sang suami, baru bekerja sebagai petugas keamanan wilayah setempat sejak sebulan lalu. Sebelumnya, hanya berbaring dengan penyakit yang dideritanya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like