anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

DKI Jakarta Tarik Rem, Tangerang Raya Terus PSBB, Tangsel Usul Buka Rujukan RS Se-Jabodetabek

18
psbb
Editor : Yodi,   Penulis : Febi,  
Sabtu, 12 September 2020

Banten – anotasi.id | Gubernur Banten Wahidin Halim putuskan perpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besarnya (PSBB) di Tangerang Raya terhitung sejak 7 hingga 20 September 2020 mendatang. Hal itu didasari masih tingginya penularan virus Covid-19 di Tangerang raya, yang masuk dalam Zona merah.

Akan tetapi Provinsi Banten tidak akan seperti Provinsi DKI Jakarta, yang berlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat.

“Kita tidak mengenal ‘rem darurat’ tapi terus menjalankan PSBB secara kontinu dalam penanganan Covid-19 di Banten,” ujar Wahidin Halim (Gubernur Banten) dalam keterangannya, pada Rapat Evaluasi PSBB dengan Kepala Daerah dan Forkompinda wilayah Tangerang Raya di Kota Tangerang, Jumat (11 september 2020).

“Banten sejak awal terus melanjutkan PSBB. Yang beda saat ini adalah lebih luas ke wilayah kabupaten/kota selain wilayah Tangerang, Kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan selama ini cukup bagus. Tapi akan di tingkatkan lagi,” kata Wahidin.

Sedangkan menurut, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Tangsel tidak akan menerapkan Sistem Izin Keluar Masuk (SIKM).

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

“Kalau pergerakan agak berat ya buat kami.Saya pengalaman ya, SIKM itu enggak efektif sama sekali. Jalannya terlalu kecil, sempit,” kata Airin pada Kamis (10 september 2020), setelah mengikuti rapat koordinasi secara daring denga Forkopimda se-Jabodetabek.

Airin Beranggapan, SIKM yang sudah pernah diterapkan bulan Juni lalu di Tangsel selama 14 hari tidak maksimal. Hal itu lantaran jalan di Kota Tangsel itu ibarat memiliki 1.000 jalan tikus. Banyak akses jalan kecil, yang bisa dimanfaatkan warga untuk keluar masuk Tangsel.

“Saya tidak ingin menerapkan SIKM lantaran bukan soal biaya, karena itu bisa di cari ya. Persoalannya, jalan kita kan banyak jalan kecil. Jadi bakal sulit mengawasi, enggak efektif,” tandas Airin.

Selain itu Airin mengusulkan untuk membuat satu jaringan terpadu se-Jabodetabek terkait rumah sakit rujukan Covid-19.

“Permintaan saya cuma satu, ada data yang terkoneksi dengan seluruh Jabodetabek untuk rujukan dan lainnya. Jika rujukan di Tangsel penuh kita bisa ke DKI, bisa ke Depok, Tangerang, Bekasi, atau kemanapun. Sehingga yang positif bisa tertolong dan dapat mengurangi angka kematian dan mempercepat penyembuhan Covid-19,” ungkap Airin saat rakor denga Forkopimda se-Jabodetabek.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like