anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Hari Tanpa Bayangan Di Indonesia, Fenomena Ketika Matahari Tepat Berada Di Posisi Paling Tinggi Di Langit

66

Hari Tanpa Bayangan Di Indonesia, Fenomena Ketika Matahari Tepat Berada Di Posisi Paling Tinggi Di Langit

fenomena tanpa bayangan
Editor : Yodi, 
Penulis : Septian, 

Science – anotasi.id | Hari ini Indonesia mengalami hari tanpa bayangan (kulminasi). Tahun ini kulminasi akan berlangsung sampai 20 Oktober 2020 di Baa, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah mulai terjadi di Indonesia pada hari ini, Minggu (06/09/2020).

Fenomena alam tersebut dapat dilihat masyarakat di Sabang, Aceh, pada pukul 12.36 WIB. Sebelumnya, hari tanpa bayangan di tahun 2020 juga telah terjadi antara 21 Februari di Baa, NTT, hingga 4 April 2020 di Sabang, Aceh.

Mengutip laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kulminasi atau transit atau istiwa’ adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

“Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat ‘menghilang’ karena bertumpuk dengan benda itu sendiri,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Penyebab hari tanpa bayangan ialah Bidang ekuator atau bidang rotasi bumi tidak berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.

“Maka, posisi matahari dan bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat LU hingga 23,5 derajat LS,” tulis BMKG.

Hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari. Pada tahun ini, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2020 pukul 10.50 WIB dan 22 September 2020 puku 20.31.

Adapun, pada 23 Juni 2020 pukul 04.44 WIB matahari berada di titik balik utara dan pada 21 Desember 2020 pukul 17.02 WIB matahari berada di titik balik selatan. 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like