anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Ini Dia Aturan Pemberian THR Tahun 2021

482
ilustrasi pixabay ekoanug
ilustrasi pixabay ekoanug

Jakarta – anotasi.id | Pemerintah akhirnya mengeluarkan aturan mengenai pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan tahun 2021 bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

Dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021. Senin, 12 April 2021, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan THR diberikan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan hari keagamaan.

“Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan. Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Menaker dikutip dari laman Setkab, Senin (12/04/2021).

Dikutip dari laman Sekertaris Kabinet (setkab) , dalam SE tersebut diatur sejumlah ketentuan mengenai pembayaran THR 2021, di antaranya: 

THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. 

THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). 

Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.

Sementara bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

Adapun bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Sedangkan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja./ (septian)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

You might also like