anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Ini Dia Benny Wenda, Presiden Makar Sementara Republik West Papua

70
20201204 155217
Editor : Yodi  |  Penulis : Septian  |

Jakarta – anotasi.id | Baru-baru ini, Papua Barat mendeklarasikan kemerdekaan. Deklarasi kemerdekaan tersebut dilakukan oleh ULMWP (Gerakan Persatuan Kemerdekaan Papua Barat) pada Selasa, (1/12/2020), oleh organisasi, yang bisa saja telah ditunggangi kepentingan asing untuk merusak persatuan bangsa Indonesia.

Usai deklarasi ini, Papua Barat menyatakan merdeka dari Indonesia. Pernyataan sepihak ini dibuat oleh Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat atau The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

Mereka kemudian mengangkat Benny Wenda menjadi Presiden sementara Republik West Papua. Benny Wenda ini merupakan tokoh gerakan kemerdekaan Papua.

Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat atau The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) membentuk pemerintah sementara.

Pembentukan pemerintahan sementara yang lepas dari Indonesia itu, diumumkan tepat pada perayaan hari lahirnya negara Papua Barat, Selasa 1 Desember 2020.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Sehari setelah deklarasi papua nama benny wenda menjadi pembicaraan hangat bahkan menutupi isu-isu daerah lainnya.

Untuk mengetahui siapa sosok Presiden Republik West Papua Anotasiid coba merangkum Profil Benny Wenda berdasarkan penelusuran Wikipedia.

Benny Wenda (lahir di Lembah Baliem, Irian Jaya, 17 Agustus 1974; umur 46 tahun) adalah pemimpin kemerdekaan Papua Barat dan Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (bahasa Inggris: United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

Dia adalah pelobi internasional untuk kemerdekaan Papua Barat dari Indonesia. Dia tinggal di pengasingan di Inggris Raya. Pada tahun 2003 dia diberikan suaka politik oleh pemerintah Inggris setelah dia melarikan diri dari tahanan saat diadili.

Ia telah bertindak sebagai perwakilan khusus rakyat Papua di Parlemen Inggris, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Parlemen Eropa.

Pada 2017 ia diangkat sebagai Ketua untuk Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), sebuah organisasi baru yang menyatukan tiga organisasi politik utama yang memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat.

Wenda menjadi Sekretaris Jenderal Demmak (Dewan Musyawarah Masyarakat Koteka), Majelis Suku Koteka. Demmak didirikan oleh para tetua suku dataran tinggi dengan tujuan mengupayakan pengakuan dan perlindungan adat istiadat, nilai-nilai dan kepercayaan masyarakat suku di Dataran Tinggi Papua Barat .

Ia mendukung kemerdekaan dari Indonesia, dan menolak otonomi khusus atau kompromi politik lainnya yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia. Sebagai Sekretaris Jenderal Demmak, Wenda mewakili dewan sesepuh. Organisasi tersebut mendukung perundingan PDP dengan Jakarta sejauh mereka mewakili aspirasi masyarakat Papua yang mereka klaim merdeka dari Indonesia.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.