anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

KRI Nanggala 402 Tenggelam, Ini Analisis Fisika pada Peristiwa Tersebut

748
ilustrasi kapal selam istimewa
ilustrasi kapal selam/istimewa

Opini – anotasi.id | Kapal selam TNI AL KRI Nanggala 402 terdeteksi tenggelam di kedalaman 850 meter di perairan Bali Utara. Kedalaman kapal tersebut setara dengan panjang 7 lapangan sepak bola dari ujung ke ujung.

Diketahui massa jenis air laut 1230 kg/m³. Jika tekanan udara luar adalah 1 atmosfer atm=1.10⁵ dan g= 9,8 m/s². Besarnya tekanan hidrostatis (Ph) pada kapal selam tersebut adalah 103,45 atm dengan Rumus H = 850 m, ρ = 1230 kg m³, g = 9,8 m/s², P₀ = 1 atm, Ph = 103,4 Atm.

Kita gunakan penyelesaian dengan persamaan gaya tekanan hidrostatis absolut/mutlak. Ph = Po + ρ.g.h, Ph = Po + 1230.9,8.850, Ph = Po + 10.245.900 Pa,
Ph = 1 atm + 102,46 atm, Ph = 103,46 Atm.

Jadi, tekanan hidrostatik yang diterima KRI Nanggala 402 adalah 103,46 atm.

Ahn Guk-hyeon, seorang pejabat dari Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Korea Selatan, yang membongkar kapal tersebut pada 2009-2012, mengatakan kapal selam Nanggala 402 itu akan hancur jika masuk lebih dalam dari sekitar 200 meter (655 kaki) karena tekanan air.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Sekretaris dari Submarine Institute of Australia, Frank Owen, mengatakan sebenarnya kemungkinan manusia untuk selamat dari tekanan air di kedalaman 700 meter bisa saja terjadi. Tetapi semua tergantung dari desain kapal selam, struktur, sampai pada sistem yang mendukung.

Berkaitan dengan kemampuan manusia untuk menyelam di lautan lepas. Herbert Nitsch, dikenal sebagai “pria paling dalam di dunia karena pernah menyelam sejauh 253 meter tanpa oksigen.

Namun, berakibat fatal terhadap dirinya saat kembali ke permukaan. Dia mengalami nitrogen narcosis, kehilangan kesadaran karena terpapar tekanan tinggi dan dekompresi. Lalu, mengalami koma hingga 7 hari lamanya.

Karena masalah dekompresi, Ia mengalami gejala mirip stroke pada otak. Ia tidak begitu menyadari keadaan. Mirip dengan situasi dimana Anda terbangun dan Anda tidak mengenal diri Anda sendiri.”

Nitsch lalu tidak bisa berjalan dan harus berjuang agar dapat duduk. Dia harus menggunakan kursi roda. Kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak jelas.

Demikianlah yang terjadi kepada penyelam profesional jika menyelam hingga kedalaman 253 meter. Tentunya ini pun telah dengan persiapan yang matang dan latihan yang keras.

Bagaimana halnya dengan 53 prajurit KRI Nanggala 402 yang mungkin tak pernah membayangkan kalau penyelamannya pada Rabu, 21 April 2021 akan menjadi “on eternal patrol” hingga kedalaman 850 meter.

Pastinya ada yang bertanya. Seberapakah besar tekanan yang dirasakan manusia dengan tekanan 103,46 atm?

Berkaitan dengan tekanan atmosfer di permukaan bumi saja adalah kira-kira sebesar 100.000 Pascal, atau setara dengan 10 ton/m².

Kemudian kita perlu informasi luas penampang tubuh kita untuk mengetahui beban gaya yang dikenai ke tubuh kita akibat tekanan atmosfer ini; dari data biologi, rata-rata luas permukaan tubuh manusia adalah 1,77 m², kita bulatkan menjadi 2 m² untuk memudahkan perhitungan.

Sekarang mari kita hitung beban gaya ke tubuh manusia akibat tekanan atmosfer ini. Tekanan atmosfer di permukaan bumi sebesar 10 ton dalam setiap 1 m² luas penampang, sedangkan tubuh manusia rata-rata memiliki luas penampang 2 m², artinya beban yang ditanggung adalah sebesar 20 ton atau setara dengan dengan total massa dari 20 mobil sedan.

Nah, muncul pertanyaan, mengapa kita tidak merasakannya? Inilah keajaiban tubuh manusia. Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk menolak tekanan udara ini dengan tekanan yang hampir sama dengan tekanan atmosfer (udara) yang mengenainya. Sumbangsih besar tekanan balik ini diberikan oleh tekanan darah manusia.

Karena tekanan balik dari dalam tubuh praktis sama dengan tekanan udara, maka tubuh manusia dapat mengimbangi tekanan udara ini dan dapat dikatakan bahwa tekanan total pada tubuh manusia praktis sama dengan nol. Inilah sebabnya mengapa kita tidak merasakan beban yang hampir seberat 20 mobil sedan itu.

Lalu, bagaimana dengan tekanan 103,46 atm tersebut. Berarti jika 1 atm setara dengan serasa dihimpit 20 mobil sedan ke permukaan tubuh manusia. Maka 103,46 atm serasa dengan dihimpit oleh 2069 mobil sedan saat berada pada kedalaman 850 meter dari permukaan laut.

Demikian, ulasan dari sudut pandang Fisika, jika kita kaitkan peristiwa tersebut dengan materi tentang Fluida Statis yang dipelajari saat Kelas XI Semester 1.

Setiap peristiwa tentunya mengandung iktibar dan hikmah. Wallahu’alam bissawab.

Opini Oleh : Fida Afifah (Pengajar Fisika Bimbel MPI Maestro)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com