anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Pemkot Tangsel Beli Lahan Sengketa Untuk SMPN 23, TRUTH : Disperkimta Terkesan Agak Memaksa

443
Lokasi Lahan SMPN 23/Google Eart
Lokasi Lahan SMPN 23/Google Earth

Tangsel – anotasi.id | Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) menanggapi Pembelian tanah seluas 4.500 meter persegi untuk pembangunan SMPN 23 Tangerang Selatan (Tangsel).

Diduga lahan yang terletak di Jalan Sukamulya, Serua Indah, Ciputat tersebut. Masih berperkara di pengadilan, hal tersebut membuat penggiat Anti Korupsi angkat bicara.

Aco Ardiansyah Koordinator TRUTH menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangsel dalam hal ini Disperkimta (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan), terkesan memaksakan dalam pengadaan tanah ini. Sekalipun proses administrasi telah dilalui sesuai prosedur.

“Mestinya faktor lain harus menjadi pertimbangan, apa lagi jika tanah yang dibeli masih dalam proses hukum atau sengketa, karena kemungkinan terburuknya adalah proses pengadilan dimenangkan oleh pihak penggugat tanah tersebut” Ungkap Aco dalam keterangan tertulisnya kepada Anotasi.id, Selasa (02/02/21).

Pria yang akrab dipanggil Aco ini juga menegaskan bahwa selama ini pemkot Tangsel terkesan memaksakan dan ceroboh dalam mengambil keputusan yang akan berpotensi mengakibatkan kerugian keuangan Negara.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

“Ini sekali lagi sebenarnya menunjukkan kecerobohan dan tidak hati-hati, Pembelian ini tentu menjadi tanda tanya sendiri di masyarakat, Apakah ada pihak-pihak yg diuntungkan dari pembelian tanah ini? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bisa saja muncul.

Oleh karenanya inspektorat Kota Tangsel harus mengecek dan melakukan evaluasi proses pembelian ini. Sebab ini tentu sangat berpotensi merugikan keuangan negara” Pungkas Aco.

Diketahui sebelumnya Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel telah membeli lahan itu dari salah satu bank swasta sebesar Rp10,8 miliar. Prosesnya sendiri cukup panjang, karena harus melalui lelang pada akhir 2017 silam.

Karena proses lelang yang dinilai tak sesuai, kemudian hal itu digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat oleh CV Multi Guna, 24 September 2019. Perkaranya teregister dengan nomor : 775/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Brt. Gugatan akhirnya dimenangkan pihak tergugat, yakni bank swasta pemberi kredit.

Lahan itu disita oleh pihak bank sebagai agunan yang dijaminkan atas kredit sebesar Rp12 miliar kepada CV Multi Guna Utama. Penyebabnya, cicilan yang tersendat hingga hanya berjalan sekira selama 2 tahun dari total 5 tahun.

Setelah kalah di tingkat pertama, selanjutnya penggugat kembali mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta dengan nomor : 105/SRT.PDT.BDG/2020/PN.Jkt.Brt. Kini tahapan banding pun masih berproses di sana.

Namun rupanya, pada tanggal 26 Januari 2021 kemarin telah dilakukan serah terima kunci lahan dari bank swasta itu ke Pemerintah Kota Tangsel melalui Disperkimta. Padahal perkaranya masih berproses di pengadilan tinggi atau dengan kata lain belum memiliki kekuatan hukum tetap.

Editor : Yodi | Penulis : Septian

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like