anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Pemkot Tutup Mata, Praktik Pungli Parkir Kota Tangerang Berpotensi Jadi PAD

18

Pemkot Tutup Mata, Praktik Pungli Parkir Kota Tangerang Berpotensi Jadi PAD

Editor : Yodi,     Penulis : Febi,  
Minggu, 27 September 2020.   

Tangerang – anotasi.id | Pemerintah Kota Tangerang dikritik akibat maraknya praktik pungli parkir di beberapa kawasan. Diketahui ada beberapa titik lokasi yang jadi sorotan, seperti di sepanjang jalan BPJS kesehatan – disdukcapil, sekitaran kawasan masjid Al-Adzom, taman gajah Tunggal, dan taman potret.

Ahmad Priatna selaku Wakil Koordinator TRUTH (Tangerang Public Transparency watch) menjelaskan, Praktik pungli parkir telah berangsur selama beberapa tahun sampai hari ini. Namun anehnya tidak ada sikap tegas yang diambil ataupun langkah konkrit yang dilakukan.

Diduga ada semacam “legitimasi” yang diberikan Pemkot Tangerang terhadap praktik tersebut. Ataukah memang ada intervensi kekuasaan yang lebih besar sehingga pemkot tangerang seakan-akan tutup mata.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Priatna juga berkata kami dari TRUTH, mempertanyakan kinerja dari Satpol PP Kota Tangerang yang sampai hari ini tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut. “Buat apa ada lembaga daerah yang tupoksi-nya menertibkan dan mengamankan, tetapi masalah pungli parkir terus terjadi, seperti mereka tidak ada atau tidak bekerja”.

Potensi parkir liar jadi PAD (Pendapatan Asli Daerah), Jika dikelola secara benar parkir liar tersebut bisa dijadikan pemasukan daerah sebagaimana di atur dalam Perda Kota Tangerang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Retribusi jasa umum Pasal 19 sampai Pasal 21.

Menurut Priatna, Asumsinya, jika dalam sehari ada 10 ribu kendaraan yg menggunakan jasa parkir liar dengan membayar uang 2.000 Rupiah berarti sehari menghasilkan 20 juta, terus di kalikan 30 hari dan setahun, bisa sampai 7-8 milyar.

Angka tersebut bisa bertambah mengingat banyaknya kawasan wisata di kota Tangerang yang ramai di kunjungi masyarakat yang tidak dikelola secara resmi dangan menggunakan jasa parkir liar, ungkap Priatna kepada Anotasi (Sabtu, 26 September 2020)

Kami menduga Tidak adanya Political good will dan kreatifitas dari Walikota Tangerang Arief Wismansyah dan Wakil Walikota Tangerang Sachrudin dalam memberdayakan potensi dan aset daerah, tandas Priatna.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like