anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Dugaan Penggelapan Dana PKH Di Kota Tangerang, Pemkot Disebut Tidak Transparan Data Penerima PKH

16

Dugaan Penggelapan Dana PKH Di Kota Tangerang, Pemkot Disebut Tidak Transparan Data Penerima PKH

Editor : Yodi,   Penulis : Septian
Kamis 17 September 2020

Tangerang – anotasi.id | Diduga terjadi penggelapan dana Program Keluarga Harapan (PKH), di Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Penggelapan dana PKH ini sudah terjadi kurang kebih selama dua tahun sejak 2018.

Menanggapi penyalahgunaan dana PKH tersebut Wakil Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) Ahmad Priatna angkat bicara :

Menurutnya Kasus penggelapan dana PKH yang terjadi akibat dari tidak adanya transparency data penerima PKH di kota tangerang, sehingga peluang terjadinya penyelewengan dana kemungkinan besar terjadi.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

“Kami terus mendorong pemkot tangerang untuk terbuka atas segala jenis informasi publik, agar masyarakat dapat memantau jalannya perencanaan, pelaksaan ataupun pertanggung jawaban dari setiap program/kegiatan yang dijalankan oleh pemkot tangerang, termasuk soal penyaluran anggaran dana PKH agar tepat sasaran.

“Terkait dengan Oknum TKSK yang telah menggelapkan Dana PKH, Nana berharap agar Aparat Penegak Hukum dapat bertindak secara tegas agar kedepannya masalah ini menjadi pembelajaran bagi para aparat pemerintah yang tidak bertanggung jawab, tandas Nana. Saat di hubungi anotasi.id

Sebelumnya beredar di media masa, dugaan Oknum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Kota Tangerang menggelapkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Ratna sebagai korban mengaku, sejak tahun 2018 lalu dirinya sudah terdaftar sebagai peserta PKH. Akan tetapi, dirinya tidak mendapatkan kartu ATM. Ratna baru mendapatkan ATM pada bulan Juli tahun 2020.

Saya tahu kalau saya masuk daftar PKH. Cuma saya minta ATMnya gak ada. Baru kemudian saya dikasih tau lagi kalau saya itu dapat dana PKH. Langsung saya dan pendamping PKH bu Laila print koran cuman ada transaksi ada transfer atas nama Indah,” Ungkap Ratna Kepada Suara.com.

“Dari tahun 2018 sampai juli, pertama saya ngambil baru agustus bulan ini. Sekitar 98 ribu. Yang sudah di pindahkan udah 4,6 juta sekian,” Ungkap ratna.

Sejak saat itu, korban baru mendapatkan kembali dana PHK pada bulan Agustus tahun 2020 lalu. Korban menaksir total kerugiannya mencapai Rp 4,6 juta.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like