anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Pergaulan Bebas Jadi Isu Penyebab 70% Siswi SMP Di Depok Sudah Tidak Perawan, Status Kota Layak Anak ?

697
12 2020 4
Editor : Yodi  |  Penulis : Septian  |

Depok – anotasi.id | Pergaulan bebas di Kota Depok semakin mengkhawatirkan masyarakat kota depok khususnya bagi orang tua. Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKS, Nur Azizah Tamhid membeberkan fakta bahwa banyak siswi SMP di Kota Depok sudah tidak perawan.

Jumlahnya bahkan cukup besar, yaitu diperkirakan mencapai 70%.

“Saya mendapatkan informasi siswi SMP di Kota Depok diperkirakan 70 persen itu sudah tak perawan. Ini sangat menyedihkan bagi orangtua,” kata anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKS, Nur Azizah Tamhid, Hal tersebut disampaikan dalam acara Diseminasi Pembatalan Pemberangkatan Haji Provinsi Jawa Barat Tahun 2020, di Depok, Minggu (20/12/2020).

Nur Azizah mengatakan bahwa kasus remaja putri di Depok yang tidak perawan, merupakan salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Depok.

Pemkot Depok dan orangtua siswi harus bahu-membahu mencegah generasi penerus bangsa, agar tidak terjerumus pergaulan bebas.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Orangtua memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi anak-anak terjerumus pergaulan seks bebas. Ini harus segera di atasi agar generasi muda Depok berakhlak mulia,” ujarnya.

Pendidikan agama juga harus lebih diperkuat untuk mengatasi pergaulan bebas tersebut. Orangtua juga harus proaktif mengawasi gadget anak-anaknya.

Seperti diketahui bersama, konten-konten pornografi saat ini sangat mudah diakses melalui gadget, meskipun pemerintah sudah melakukan filtering ketat di internet.

KEKUATAN KEMAUAN

Tak hanya itu, lanjut Nur Azizah, upaya tegas yang dapat dilakukan Pemkot Depok adalah melakukan pengawasan ketat tempat kos dan apartemen.

Sementara itu Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Ariet Merdeka Sirait, angkat bicara terkait pernyataan anggota DPR di Komisi VIII dari Fraksi PKS, Nur Azizah Tamhid, yang menyebut kira-kira 70 persen siswi SMP di Kota Depok tak lagi perawan.          

“Jadi sebenarnya lima tahun yang lalu survei Komnas PA menemukan 93,7 persen anak SMP dan SMA itu mengaku sudah tidak perawan lagi. Jadi apa yang dikatakan oleh kader PKS itu dibenarkan data lima tahun lalu dan kita sudah umumkan itu,” kata Arist kepada wartawan Rabu 23 Desember 2020

Dari angka tersebut, sebanyak 61,2 persen di antaranya mengaku memilih aborsi atau menggugurkan kandungan.

“Itu (survei) di beberapa wilayah dengan sampling sekira 4.700-an anak SMP dan SMA. Jadi jika diturunkan persentase itu atau yang dilansir di Depok itu dibenarkan dengan angka itu,” katanya.

Menurut Arist, angka persentase yang disebutkan oleh istri mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail itu mirip dengan data Komnas PA hanya memang jumlah sampling-nya berbeda.

“Dari data kami, bahkan 97 persen lebih itu mengaku pernah nonton pornografi. Jadi perilaku seks remaja di Depok itu sesuai angka-angka itu. Makanya perlu diantisipasi,” ujar dia.

Atas dasar itu kata Ariest, pihaknya selalu mengkritik sebutan Depok yang kerap digaung-gaungkan sebagai kota layak anak.

“Nyatanya tidak kan tapi kan selalu dibantah. Apalah gunanya mengatakan ramah anak dan perilaku seks tapi menyimpang dan korban anak masih banyak, “kata dia.

Dengan temuan tersebut, lanjut Arit maka kasus kekerasan terhadap anak bukan lagi pada tingkat darurat namun sudah masuk kategori abnormal.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like