anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Peta Persaingan 3 Dinasti Di Pilkada Tangsel 2020

30
Editor : Yodi
Penulis : Septian

Tangsel – anotasi.id | Dalam Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 terdapat 3 poros kekuatan besar dinasti politik, 3 poros besar tersebut nantinya akan mewarnai pertarungan pilkada Kota Tangsel Desember mendatang.

Berikut, 3 nama bakal calon Walikota atau Wakil Walikota Tangsel berasal dari poros dinasti, yang dirangkum anotasi.id, (Senin 10 Agustus 2020).

1. Pilar Saga Ichsan (Dinasti Banten)
Pilar Saga merupakan anak dari Bupati Serang, Ratu Tatut Chasanah yang merupakan adik dari Ratu Atut Chosiyah yang sebelumnya terjerat kasus korupsi pada pilkada lebak tahun 2013 dan kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Muchtar. Pilar Saga juga keponakan dari Airin Rachmi Diany Walikota Tangsel hari ini.
Pilar Saga Ichsan akan ditempatkan sebagai calon wakil walikota mendampingi Benyamin Davnie yang saat ini menjabat Wakil WaliKota Tangerang Selatan dua periode. Pasangan ini diusung oleh Golkar yang sudah mengangtongi 10 kursi di DPRD Tangsel.

2. Siti Nur Azizah (Dinasti K.H. Ma’ruf Amin)
Siti Nur Azizah merupakan putri keempat Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, sebelumnya dia menjabat sebagai Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (tahun 2017-2019) dan sekarang sudah mengundurkan diri semenjak namanya mulai ramai digaungkan pada pilkada tangsel.
Siti Nur Azizah sudah mendapatkan dukungan penuh dari Partai Demokrat dan rencananya akan berpasangan dengan Ruhamabean yang merupakan kader PKS. Akan tetapi sampai saat ini dukungan resmi dari DPP PKS belum turun dan berpontensi bongkar pasangan.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

3. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Dinasti Prabowo)
Rahayu Saraswati adalah keponakan dari ketum partai Gerindra Pabowo Subianto dan Direktur Utama PT Bima Sakti Mutiara yang sebelumnya di duga pernah terlibat dalam kasus eksportir benih lobster. Diketahui berencana ikut serta pada Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai Wakil WaliKota mendampingi Sekda Tangsel Muhammad. Pasangan ini diusung oleh PDIP dan Gerindra yang merupakan rival pada pilpres 2019.

Menurut ahmad priatna Wakil Koordinator Truth, menjelaskan munculnya ketiga nama tersebut erat kaitannya dengan keluarganya. Ada keuntungan akses politik yang mereka peroleh dari jabatan dan nama besar keluarga. Dukungan partai politikpun yang diberikan bagi ketiga nama tersebut menyuburkan politik dinasti. Dengan demikian demokrasi tidak berjalan secara fair dan sehat karena menutup ruang atau kesempatan bagi calon lainnya yang ikut berkontestasi pada pilkada tangsel.

Pria yang akrab di panggil Nana menjelaskan Jika dilihat secara rekam jejak, ketiganya tidak memiliki kontribusi nyata bagi tangsel. Coba sebutkan apa yang sudah mereka perbuat untuk tangsel. Inilah efek negatif dari dinasti politik yang terjadi dibeberapa daerah di indonesia termasuk tangsel. Jika hal tersebut terus berlangsung maka potensi tingginya angka golput seperti pilkada 2015 bakal terjadi.

“Jangan sampai ketika masyarakat tidak diberi pilihan yang sesuai harapan seperti gagasan pembaharu yang terlepas dari lingkaran Dinasti dan Oligarki, justru pilihan yang muncul dari pusaran kekuasaan yang sedang berkuasa, ancaman lahirnya kelompok Golput seacara ideologis akan muncul karena masyarakat beranggapan Pesta Demokrasi baik di pusat dan daerah tak ubah seperti dagelan yang dimainkan, semuanya hanya berbagi peran untuk berkuasa” tandas nana, yang juga mantan aktivis HMI

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like