anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Pilkada Depok : Kampanye Daring Atau Patuhi Protokol Kesehatan

10

Pilkada Depok : Kampanye Daring Atau Patuhi Protokol Kesehatan

Editor : Yodi  |  Penulis : Septian
Senin, 19 Oktober 2020

Depok – anotasi.id | Dua Pasangan calon peserta di Pilkada Depok Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah), dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Idris-Imam) masih minim melakukan kampanye daring, dan cenderung kampanye tatap muka hingga berpotensi melanggar protokol kesehatan.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok merilis data pelanggaran standar protokol kesehatan Covid-19 ketika kampanye tatap muka yang dilakukan oleh pasangan calon kandidat wali kota-wakil wali kota Depok selama kurun waktu 10 hari terakhir.

Dari hasil pemantauan pada 6-15 Oktober, diketahui bahwa pelanggaran protokol kesehatan makin sering dilakukan oleh para paslon ketika berkampanye.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

“Bawaslu Kota Depok mendapati 15 pelanggaran terhadap kepatuhan standar protokol kesehatan Covid-19. Peserta lebih dari 50 orang, peserta tidak menjaga jarak, dan kegiatan pada malam hari,” kata Andriansyah, Koordinator Divisi Hukum, Data Informasi, dan Humas Bawaslu Kota Depok, (Minggu 18 Oktober 2020).

Sebelumnya Andriansyah juga mengatakan, pihaknya mencatat pada 10 hari pertama masa kampanye sejak 26 September-4 Oktober, kampanye online hanya mendapat porsi satu persen dari berbagai metode kampanye dua pasangan calon (paslon) yang bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini.

“Sedangkan pada pekan kedua sejak 6-15 Oktober lalu, kampanye online justru sama sekali tak disentuh oleh para paslon maupun tim pemenangan. Adapun tujuan dari kampanye daring adalah untuk mencegah terjadinya kerumunan yang dikhawatirkan berpotensi menyebabkan penularan Covid 19. Nihil untuk kampanye pertemuan dalam jaringan (daring),” ujarnya.

Lebih lanjut Andriansyah mengungkapkan, “Dari 217 kegiatan kampanye selama kurun waktu 10 hari terakhir ini kami mendapati 15 pelanggaran terhadap kepatuhan standar protokol kesehatan Covid-19,” Ujarnya.

News

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like