anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Pilkada Tangsel, Hasil Survei IPN Isu Poligami Gerus Elektabilitas Benyamin Davnie

92
20201128 114135
Editor : Yodi  |  Penulis : Febi  |

Tangsel – anotasi.id | Sebelas hari jelang 9 desember peta politik Tangsel semakin dinamis. Hasil Survei Indeks Pilkada Nasional paparkan trend perubahan elektabilitas dari tiga paslon, yang ada di pilkada tangsel 2020.

Dari survei, yang dilakukan pada tanggal 15 – 22 Nopember 2020 dengan melibatkan 800 responden melalui metodologi Multistage random sampling. Tingkat kepercayaan terhadap survei 95% dengan margin of error Sebesar 3,4%. Survei Indeks Pilkada Nasional tunjukkan data, yang membuat pilkada Tangsel 2020 semakin panas.

Menurut keterangan Bagus Dwiatmojo (Peneliti Indeks Pilkada Nasional), Hasil survei menunjukan bahwa peta politik di Kota Tangerang Selatan semakin dinamis, hal tersebut bisa dilihat dari elektabilitas kandidat.

Pasangan Muhamad – Saraswati memperoleh 30,1%, disusul oleh paslon nomor urut 2, Azizah – Ruhamaben sebesar 27,5%. Kedua paslon tersebut mengalami kenaikan yang cukup positif, perolehan elektabilitas Muhammad – Saras pada bulan Oktober, sebesar 24,2%, sedangkan pada Nopember sebesar 30,1%. Pasangan Azizah – Ruhama pun demikian, bulan Oktober memperoleh elektabilitas sebesar 22,9%, sedangkan pada bula Nopember 27,5%.

“Dari ketiga paslon, Muhammad – Saras dan Azizah – Ruhama mengalami kenaikan Elektabilitas yang Positif, sedangkan Paslon Benyamin – Pillar, trennya turun”, Terang Bagus kepada anotasi.id (27/11/2020).

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Bagus juga menjelaskan, Data yang diperoleh dari hasil survei tersebut, terlihat jelas penurunan Paslon Benyamin – Pilar, dipengaruhi oleh Isu Poligami Benyamin yang sudah mulai diketahui publik, sehingga menjadi Barier terhadap elektabilitas paslon tersebut. Bulan Oktober Elektabilitas Pasangan Ben-Pilar memperoleh 30,1%, sedangkan bulan Nopember turun 3,4% menjadi 26,7%.

“Isu Poligami Ben, menjadi Barier, terhadap laju elektabilitas paslon nomor urut 3, terutama dikalangan wanita yang tidak suka pemimpinnya berpoligami” Ujar Bagus.

Namun demikian, masing – masing paslon masih memiliki peluang yang sangat terbuka untuk memenangkan pertarungan di pilkada kota Tangerang selatan 2020, karena masyarakat yang belum menentukan pemilihnya cukup tinggi, yakni 15,7%, tutup Bagus.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like