anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Ribuan Ayah Menduda Ditangsel, Naiknya Angka Perceraian karena Masalah Ekonomi Dimasa Pandemi.

12
Editor : Yodi
Penulis : Septian

Tangsel – anotasi.id | Pandemi COVID-19, telah berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat , di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terjadi lonjakan angka perceraian.

Meningkat sekitar 10 persen angka perceraian di Tangsel ditengarai karena faktor merosotnya kemampuan ekonomi masyarakat,(Rabu 19 Agustus 2020).

Peningkatan angka perceraian itu diketahui berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kemenag Tangsel.

Sebelum diberikan rekomendasi, Kemenag Tangsel memberikan nasihat kepada pasangan agar tetap mempertahankan statusnya sebagai suami istri. Selebihnya, keputusan perceraian ditetapkan oleh pengadilan Agama.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Kepala Kantor Agama Kota Tangerang Selatan Abdul Rojak mengatakan, Angka perceraian di Tangsel Selama pandemi Covid-19 meningkat 10 persen, penyebab utamanya karena faktor ekonomi, dikutip (Rabu 19 Agustus 2020).

Angka perceraian di masa normal sekitar 2.500 sampai 3.000 kasus per tahun. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini, angka perceraian naik 10 Persen.

Rata-rata faktornya, yakni ekonomi, kedua ketahanan keluarga yang lemah, ketiga ya faktor agama lemah keimanan, lemah ketakwaan.

Menurut Abdul Rojak, Persoalan ekonomi yang sedang sulit serta banyaknya masyarakat, yang dirumahkan, atau sudah tidak bekerja jadi faktor paling menonjol. Persoalan ekonomi itu menjadi penyebab cekcok rumah tangga.

jika masalah sudah dibawa ke Pengadilan Agama, pihaknya hanya memberikan rekomendasi karena hubungan pasangan suami istri sudah tidak bisa dipertahankan.

Ada juga pasangan langsung ke Pengadilan Agama tanpa melalui rekomendasi Kementerian Agama. “Jadi kami hanya pendampingan saja.” tutup Abdul Rojak.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like