anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

SAKTI: Alamat Pemenang Proyek Tidak Di Temukan, Pembangunan U-Turn Sangego Tidak Efektif

1.909
truth,truth artinya,truth id,truth or die,truth or dare untuk sahabat,truth or,truth or dare untuk gebetan,truth or dear,truth untuk teman,truth or deer,tangerang,tangerang selatan,tangerang city,tangerang kota,tangerang provinsi,tangerang provinsi mana,tangerang banten,tangerang alam sutera,tangerang utara,tangerang kabupaten
Editor : Yodi  |  Penulis : Febi

Tangerang – anotasi.id | Pembangunan U-Turn Sangego Kota Tangerang bermasalah. Selain fungsi jalan , yang tidak efektif ternyata, dikerjaakan oleh kontraktor dengan skor merah.

Berdasarkan Hasil Penelitian, yang dilakukan oleh, Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) angkatan 4 (empat) yang diinisiasi oleh TRUTH, ICW, dan PBAK Dompet Dhuafa, terkait Pengadaan Barang dan jasa yang ada di Kota Tangerang yang dilaksanakan pada tahun 2019, di temukan kejanggalan, (Senin 05 Oktober 2020).

Data diolah berdasarkan penelusuran terkait Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Kota Tangerang yang, bersumber dari, Opentender.Net sebagai based data tahun anggaran 2017. Untuk melihat pelaksanaan proyek yang memiliki nilai skor merah (dalam rate >15 versi Opentender.net. kemudian dianalisis mengunakan LPSE, SiRup LKPP, INAPROC dan media sebagai data tambahan, ungkap Rhomi Ramdani Siswa SAKTI angkatan – 4.

Rhomi Juga Menjelaskan, dari sekian banyak data, kami terfokus pada pembangunan U-turn Sangego. Diketahui ternyata proyek pembangunannya dikerjakan oleh PT. NUR IHSAN MINASAMULIA dengan nilai kontrak Rp. 9.910.917.000. Ditemukan bahwa Perusahaan tersebut berada di top 10 zona merah serta mendapatkan skor dugaan kecurangan >15 yaitu di angka 19 dan masuk 10 top skor proyek bermasalah Kota Tangerang pada tahun 2017.

Selain itu ternyata perusahaan ini , tercatat 20 kali jadi penyedia pengadaan barang dan jasa pemerintah di Indonesia, tercatat 17 proses lelang yang diikuti mendapat Skor >15 pada Opentender.Net ICW. Ketika di telusuri alamat perusahaan, yang berada di Jl. Jenderal Sudirman No. 71 Kota Tangerang, tidak ditemukan perusahaan atas nama PT. NUR IHSAN MINASAMULIA serta pada alamat kedua di Jl. Kampung Karang Anyar Dumpit RT. 003/004, Batusari, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang juga tidak ditemukan. 

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

ketika ditanya ke masyarakat sekitar tidak mengetahui nama perusahaan tersebut, lokasi alamat perusahaan hanya lahan kosong untuk parkir truk”, Kata Rhomi.

Sampai hari ini U-Turn sangego tidak efektif karena jika dilihat tidak sesuai dengan rencana awal pembangunan. Proyek Pembangunan Jembatan U-Turn Sangego adalah salah satu dari beberapa proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR disekitar pintu air 10 yang bertujuan untuk mengurai beban pada Jembatan Pintu Air 10 ketika terjadi kemacetan. 

Nantinya kendaraan yang akan melintas pada daerah tersebut diberlakukan sistem satu arah dengan Sistem Looping yang pada saat ini prosesnya sedang dalam tahap pembebasan lahan. Jembatan U turn Sangego akan efektif penggunaan nya, setelah Sistem Looping tersebut dibuka, dan diproyesikan sistem-sistem tersebut akan maksimal penggunaaan nya, pada tahun 2020

Menurut Rhomi, “hasil penelusuran pada agustus 2019 kondisi bangunan U-Turn sangego kondisi jalan kurang efektif serta tidak dipakai oleh masyarakat, justru dibuat tidak sesuai dengan fungsinya yaitu untuk melawan arah”.

Rhomi menambahkan, bahwa Kami telah melakukan konfirmasi melalui audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang terkait tidak dapat ditemukannya alamat perusahaan. 

Akan tetapi Pokja Pemilihan berdalih, bahwa sistem lelang yang dilakukan pada saat itu (Tahun 2017) sudah menggunakan sistem online, jadi aturan yang mengatur tentang letak perusahaan Harus Jelas Dan Dapat Dijangkau Oleh Kurir dapat dikesampingkan karena proses pengiriman dokumen dapat dilakukan melalui E-Mail.

Menurut Pokja, bahwa pada sistem online ini pula setiap perusahaan yang sudah melihat pengumuman pada Website yang sudah disiapkan sebelumnya maka sudah secara otomatis perusahaan tersebut sudah terdaftar sebagai peserta walaupun nantinya peserta tersebut tidak melakukan penawaran harga.

Inilah sebabnya ketika kami mengecek laman LPSE Kota Tangerang terjadi ketimpangan antar jumlah peserta yang mendaftar dengan peserta yang melakukan penawaran”, ungkap Rhomi.

Kami mencoba meminta dokumen lelang, dan dokumen lain sebagai pendukung. Serta meminta berita acara ke pejabat penerima hasil pekerjaan, tapi tidak direspon. Tentu kami sangat menyayangkan akan hal tersebut karena menutup partisipasi masyarakat terkait prinsip transparan dan akun tabel, tegas Rhomi.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like