anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Sensor Akselerometer Pada Android Jadi Seismometer Bisa Pantau Gempa

749
Editor : Yodi | Penulis : Feby

Amerika Serikat – anotasi.id | Google mulai membangun jaringan detektor gempa terbesar di dunia menggunakan ponsel android. Hal ini mulai di publikasikanan Google melalui kanal youtube androin Bertajuk, “Earthquake alerts, now part of Android” (Selasa, 11 Agustus 2020).

Ponsel Android bisa menjadi “mini seismometer” karena memiliki akselerometer – sensor yang biasa mendeteksi kalau anda sedang memutar layar smartphone android dan mengubah tampilang layar menjadi potrait atau landscape.

Sistem Android menggunakan data dari sensor akselerometer untuk melihat apakah ponsel bergetar. Ini hanya aktif ketika ponsel Android sedang di charging dan tidak sedang digunakan, hal itu dilakukan untuk menghemat masa pakai baterai, kata Marc Stogaitis, insinyur utama perangkat lunak Android Google.

Menurut Richard Allen, direktur Laboratorium Seismologi Berkeley dan profesor ilmu bumi dan planet, yang memimpin pengembangan MyShake, yang dirilis ke publik Oktober lalu mengatakan, “Google sedang mengembangkan apa yang telah kami lakukan dengan MyShake,”

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Marc Stogaitis, juga menjelaskan cara kerja detektor gempa yang sedang dikembangkan. Untuk tahap awal Google akan mengujicoba sistem dalam tahap kecil.

Google akan bekerjasama, dengan Survei Geologi Amerika Serikat dan Kantor Layanan Darurat California, untuk mengirimkan peringatan gempa bumi kepada pengguna Android di negara bagian tersebut. Nantinya peringatan tersebut dihasilkan oleh sistem ShakeAlert yang sudah dikembangkan sebelumnya , dengan menggunakan data yang dihasilkan oleh seismometer tradisional.

Selanjutnya, Google akan menampilkan hasil yang dilokalkan dalam pencarian Google untuk gempa bumi berdasarkan data yang dideteksi dari ponsel Android. Idenya adalah ketika Anda merasakan gempa bumi, Anda akan membuka Google untuk melihat apakah itu yang Anda rasakan atau tidak.

Terakhir, setelah lebih yakin pada keakuratan sistem, Google akan mulai secara aktif mengirimkan peringatan gempa bumi kepada orang-orang yang tinggal di daerah yang tidak memiliki sistem peringatan berbasis seismometer.

Marc Stogaitis juga menjelaskan bahwa dengan menggunakan data gabungan algoritme dari ribuan ponsel dapat memprediksi, apakah saat ini sedang terjadi gempa bumi. Jika seismometer tradisional mahal dan presisi, ponsel Android murah dan banyak jumlahnya. Google dapat menggunakan filter Bayesian dan algoritme lainnya untuk mengubah angka tersebut menjadi data gempa yang cukup akurat untuk mengirimkan peringatan kepengguna ponsel android, tandasnya.

Dirangkum dari (The Verge, Barkeley News)/11 agustus 2020

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like