anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Tidak Dapat Jatah Bangku Sekolah, Lurah Ngamuk di Ruang Kepsek SMAN 3 Tangsel

934
tangsel,tangsel pos,tangsel dimana,tangsel pilkada,tangsel ke depok,tangsel termasuk zona covid apa,tangsel city mall,tangsel life,tangsel news,tangsel pamulang,anotasi,anotasi adalah,anotasi bibliografi adalah,anotasi jurnal,anotasi bibliografi,anotasi youtube,anotasi jurnal adalah,anotasi putusan adalah
Editor : Yodi Penulis : Feby

Tangsel | anotasi.id – Lurah di Tangsel Mengamuk di dalam ruangan kepala sekolah. Lurah Benda Baru kecamatan Pamulang, dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pemaksaan dan pengrusakan fasilitas sekolah oleh Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Tangsel. Peristiwa terjadi pada Jum’at (10/07/2020) lalu sekitar pukul 15.30 WIB.

Saidun Lurah Benda Baru mengamuk setelah, tidak puas mendengar jawaban Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Tangsel Aan Sri Analiah.

Aan Sri Analiah, menjawab sebelumnya ada tiga calon siswa baru yang mengatas namakan Lurah Benda Baru.

Aan Sri Analiah berkata, ketiganya juga masih berstatus cadangan.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Tidak senang dengan jawaban itu, Saidun memaksa kepala sekolah agar menerima masuk dua orang calon siswa titipan yang dibawa oleh dirinya.

Sebelum Saidun meninggalkan ruang kepala sekolah, ia sempat menendang sebuah toples, yang ada diatas meja tamu ruang Kepala Sekolah dan langsung pergi.

Kejadian ini, adalah penjelasan dari Kapolsek Pamulang Kompol Supriyanto, jum’at 17 Juli, yang di rangkum dari berbagai sumber.

Memurut informasi, yang kami rangkum.

Indra Wesley, yang pernah dampingi Wali Murid di SMP Negeri 6 Kota Tangerang Selatan.

Merujuk pada Permendikbud No. 44 tahun 2019, tentang PPDB SMP Negri, pasal 11 yang mana dapat di maknai persentasi dari pada jalur Zonasi maksimal 50%, Afirmasi maksimal 15 %, perpindahan maksimal 5%.

Sedangkan jalur prestasi tidak di atur persentasenya. Olehkarena itu harusnya Jalur prestasi dapat di gunakan oleh pemerintah daerah, jika kuota sekolah tidak memenuhi.

Harusnya sekolah memberikan prioritas jalur zonasi dan afirmasi terlebih dahulu. Namun pada prakteknya banyak calon peserta PPDB yang tidak diterima.

Tidak adanya Peraturan Daerah, atau Peraturan Walikota, yang di buat tentang jarak dan Maksimal Kuota Zonasi dan Afirmasi. Jadi Point dari masalah PPDB di Kota Tangerang Selatan.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like