anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

TRUTH : Pelayanan Publik Berbasis Aplikasi Ditangsel Tidak Efektif, Cuma Menghamburkan APBD

22

TRUTH : Pelayanan Publik Berbasis Aplikasi Ditangsel Tidak Efektif, Cuma Menghamburkan APBD

pelayanan publik
Editor : Yodi,  Penulis : Febi

Tangsel – anotasi.id | Terdapat sebanyak 20.750 jumlah pengguna aplikasi pelayanan publik di Kota Tangerang Selatan, Berdasarkan konferensi pers yang diselenggarakan oleh Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) bersama Sekolah AntiKorupsi Tangerang angkatan ke IV terkait efektifitas Pelayanan Publik Berbasis Aplikasi. Selasa (08/09/2020)

Menurut Septian selaku Siswa Sakti 4 menjelaskan “Hasil tersebut di dapatkan melalui penelusuran Google Play Store dengan melihat jumlah pen download, retting, komentar dan melakukan uji coba terhadap aplikasi. Hal itu dilakukan untuk mengukur efektifitas penggunaan aplikasi pelayanan publik di Kota Tangerang Selatan”.

Lebih lanjut Septian mengatakan, Kota Tangerang Selatan memiliki 13 (tiga belas) aplikasi pelayanan publik yang terdiri dari 9 (Sembilan) aplikasi yang dapat diakses secara umum dan 4 (empat) aplikasi khusus internal (ASN) dilingkungan Pemerintahan Kota Tangsel.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Seluruh aplikasi pelayanan tersebut dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan. Adapun aplikasi tersebut antara lain: Tangsel Belajar, Mobile Siaran Tangsel, Eta Tangsel, Pagar Kota Tangsel, IPBB Tangsel, SIAPH Tangsel, Tangsel Cmore, Tangsel Messenger, Presensi Dalops Dishub Tangsel, Sisumaker V2, Silalaban, dan Rupa Puspem dan yang terbaru TangselPay. Ungkap Septian.

Menurut data BPS, penduduk tangsel pada tahun 2018 sebanyak 1.696.308 dengan persentase usia produktif sebanyak 72%. Artinya jika dipersentasekan dari angka-angka tersebut hanya sekitar 1,2% dari usia produktif penduduk tangsel yang mengakses aplikasi pelayanan publik.

“Kami mempertanyakan efektifitas dari keberadaan aplikasi tersebut, jangan sampai hanya menghamburkan APBD saja, tetapi tidak jelas peruntukan dan kemanfaatannya apakah bisa dirasakan oleh masyarakat”, tandas Septian.

Diakhir Ahmad Priatna Wakil Koordinator TRUTH menjelaskan tujuan dengan dibuatnya aplikasi pelayanan publik tersebut seharusnya memudahkan masyarakat Tangsel dalam mengakses pelayanan publik, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih banyak kesulitan dan kendala dalam mengakses dan menggunakan layanan aplikasi tersebut.

Sebagai contoh aplikasi TangselBelajar, aplikasi yang diperuntukan kursus belajar bahasa inggris dengan konsep one-one tutoring, server sering mengalami kendala, sehingga aplikasi tersebut tidak dapat diakses.

Ditambah aplikasi pengaduan mobile siaran tangsel yang sampai saat ini kami pertanyakan efektifitasnya, sebab tidak adanya kejelasan jangka waktu/kepastian penyelesaian aduan.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like