anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

TRUTH Menduga, Pemkot Tangerang Lockdown Anggaran Covid-19

9.075
Editor : Yodi  |  Penulis : Febi

Tangerang – anotasi.id | Dalam kondisi bencana non-alam seperti pandemi Covid-19 sekarang ini, partisipasi masyarakat dalam memantau setiap kebijakan, yang dikeluarkan oleh pemerintah dibutuhkan, agar tidak terjadi potensi kecurangan yang dapat merugikan negara. Adanya Undang-undang Keterbukaan informasi merupakan instrumen bagi masyarakat untuk mengawasi kinerja yang dilakukan Pemerintah.

Sebagai bagian dari masyarakat, Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) lakukan pemantauan terkait pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang dalam penangganan Covid-19. Berdasarkan pantauan, sangat sedikit sekali yang dipublikasikan, baik melalui website resmi maupun LPSE dan SIRUP LKPP.

Menurut hasil penelitian yang di paparkan Wakil Koordinator TRUTH Ahmad Priatna, Kami melakukan penelusuran pengadaan barang dan jasa dari bulan Juli-Agustus 2020 berdasarkan data pencarian yang ada di https://lpse.tangerangkota.go.id/eproc4/nontender, yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang dengan keyword Covid 19, dalam kolom non tender ditemukan 10 pengadaan barang dan jasa dengan sistem pengadaan langsung. Dari 10 pengadaan tersebut dengan Total anggaran Rp1.881.130.471,00 yang dilakukan oleh masing-masing satuan kerja, dalam web binar (Selasa, 22 September 2020).

Ahmad menjelaskan Bahwa adanya dugaan kejanggalan 6 dari 10 pengadaaan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang yang dipublikasi melalui https://lpse.tangerangkota.go.id/eproc4/nontender, Empat (4) Pengadaan Pekerjaan Konstruksi yang dilakukan oleh satuan kerja Dinas Perumahan Permukiman Dan Pertanahan yang dikerjakan oleh tiga (3) perusahaan diduga memiliki alamat yang sama.

Sedangkan Pengadaan Barang yang dilakukan oleh satuan kerja Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Tangerang dikerjakan oleh dua (2) perusahaan memiliki alamat tidak sama dengan yang ada di LPSE Kota Tangerang yang, setelah ditelusuri bahwa alamat tersebut merupakan toko furniture dengan dan bengkel bubut reparasi serta dua (2) alamat perusahaan tersebut tidak berlokasi seperti yang ada di Lpse Kota Tangerang, jelas Ahmad.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Ahmad juga mengungkapkan, pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Kota Tangerang Ditemukan ada 59 pengadaan barang, pada kolom Penyedia dengan total anggaran Rp. 18.384.239.435 serta pada kolom Swakelola 18 pengadaan dengan total anggaran Rp. 739.796.600.

Kami juga mencoba menelusuri melalui https://covid19.tangerangkota.go.id/ mengenai penerimaan alat penangganan Covid-19 seperti alat rapid tes,masker, apd dll, namun kami tidak dapat menemukan bagaimana mekanisme baik penerimaan maupun distribusi yang dilakukan, sehingga kamin sangat sulit mengakses informasi tersebut, ungkap Ahmad.

Berdasarkan hal ini TRUTH menduga telah terjadi praktik-praktik penyelewengan yg dilakukan pemkot tangerang sehingga informasi-informasi penting tersebut sengaja tidak di publikasi dan di tutupi.

Sebelumnya kami juga telah mengirimkan surat permohonan informasi kepada pemkot tangerang untuk meminta segala jenis informasi/dokumen anggaran beserta rinciannya beserta informasi lainnya yang berkaitan dengan penanganan covid-19 di Kota Tangerang. Tetapi informasi yang kami minta ditolak/tidak di berikan sehingga kami menempuh jalur sengketa informasi di komisi informasi Banten, tandas Ahmad.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like