anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Urusan Poligami Benyamin Davnie Berujung Dilaporkannya Bawaslu Tangsel Ke DKPP RI

4.717
20201106 135539
Editor : Yodi  |  Penulis : Febi

Tangsel – anotasi.id | Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sahabat Suhendar Melaporkan Salah Satu Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Bawaslu Tangsel dinilai menyalahi kode etik penyelenggaraan pemilihan umum pada pilkada Tangsel, karena menolak laporan dari masyarakat berkaitan masalah Poligami Calon Walikota Petahana Benyamin Davnie pasalon No.3, yang tidak di daftrakan dalam form pendaftaaran pencalonan di KPUD Tangsel.

Direktur LBH Sahabat Suhendar Nurman Samad. SH, Menerangkan, bahwa Bawaslu menolak laporan kami dengan alasan yang tidak berdasarkan hukum. Dengan Nomor Surat 352/K/BT-08/PM.06.02/X/2020 Bawaslu menolak laporan kami mengenai dugaan pelanggaran pemilahan tentang ambiguitas dan ketidak Validan daftar riwayat hidup dari Calon Walikota Petahana Benyamin Davnie.

“Berdasarkan permasalahan, dimana bawaslu menolak laporan kami dengan alasan yang tidak berdasarkan hukum. Padahal pelanggaran kami laporkan jelas dasarnya yaitu Pasal 53 ayat (1) dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, menyebutkan bahwa “Dalam hal terdapat keraguan dan/atau masukan dari masyarakat terhadap keabsahan dokumen persyaratan pencalonan dan/atau persyaratan calon, KPU Provinsi/KIP Banten atau KPU/KIP Kabupaten/Kota dapat melakukan klarifikasi kepada instansi yang berwenang”, terang Nurman.

Selanjutnya Page 2 >>> Nurman Juga Menjelaskan, dalam Pasal 36 ayat (1) Peraturan Bawaslu No. 8 Tahun 2020

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like