anotasi.id
Mencatat Dengan Terang & Kritis

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

Ustadz Abdul Somad: Al Azhar Tegas Tolak Negosiasi Prancis, Macron Harus Segera Meminta Maaf

3.475
Editor : Yodi  |  Penulis : Febi

Jakarta – anotasi.id | Ustadz Abdul Somad merespon pernyataan, dan sikap kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap sudah menyinggung perasaan umat Islam dan melecehkan Nabi Muhammad SAW, (Selasa, 27 Oktober 2020).

Ustadz Abdul Somad, mengunggah gambar screenshot dari Journal Al-Azhar untuk merespons isu penghinaan umat Islam. Melalui akun Instagram ustadzabdulsomad_official, ulama lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini menuliskan keterangan foto dengan judul “Al Azhar Tegas Tolak Negosiasi Prancis.”.

Dalam keterangan gambar yang di unggah itu, Ustaz Abdul Somad menuliskan, Dubes Prancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar, Syaikh Ahmad Thayib agar membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis.

Namun Grand Syaikh Al-Azhar, Syaikh Ahmad Thayib menjawab, “Kami tidak menerima negoisasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Macron harus segera meminta maaf.”, Kata Ustaz Abdul Somad dalam keterangan postingannya, dikutip dari IG Kamis (29/10/2020).

Selain itu Ustaz Abdul Somad juga menambahkan kutipan dari Syaikh Ali Jumah tentang orang yang suka menistakan Nabi dan Rasul.

Iklan Hub : indonesiaanotasi@gmail.com

“Orang yang menggambar dan menistakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang dungu anaknya orang dungu dan orang tuanya telah gagal mendidiknya.” (Syaikh Ali Jumah) dikutip dari Ustaz Abdul Somad.

Sebelumnya telah terjadi polemik isu Sara terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pada pidatonya saat menghadiri pemakaman seorang guru yang tewas oleh pemuda berumur 18 tahun Presiden Prancis Ke-25 itu mengeluarkan nada Tendensius terhadap umat Islam.

Akibatnya Sejumlah negara muslim bereaksi, beberapa negara Arab, seperti Qatar, Kuwait, Yordania, mengajak masyarakatnya untuk memboikot produk Prancis. Bahkan banyak warga Arab Saudi yang turut meramaikan media sosial untuk tidak membeli produk Prancis. Tidak hanya itu negara Turki merespon dengan keras dan mengajak seluruh masyarakatnya untuk tidak lagi menggunakan produk Prancis.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like